di suatu masa ketika batu penghalang itu gagal kau pindahkan
dan gita tangismu begitu meronta hingga menghancurkan nyali
pahamilah walau sekejap bahwa aku selalu berada disini
siap untuk menemanimu dan merasakan semua jerit hatimu
dan jika memang itu semua harus kubayar dengan darah atau nanah
akan kulunasi agar genap apa yang memang pernah terucap
Dedicated to : Danilah Nur Muslim
Bandung, 19 Februari 2008