Faktor Persekutuan Terbesar
Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) di dalam bahasa Inggris disebut dengan Greatest Common Divisor (GCD). Untuk membiasakan pembaca dengan istilah yang umum dipakai di dalam matematika, artikel ini akan menggunakan GCD alih-alih FPB.
Definisi : GCD dari dua buah bilangan bulat tidak nol
dan
adalah bilangan bulat positif terbesar
yang habis membagi baik
maupun
.
Secara matematis : 
Secara komputatif : 
Contoh 1 :
Faktor-faktor positif (positive divisors) dari 12 adalah : 1, 2, 3, 4, 6, 12
Faktor-faktor positif (positive divisors) dari 18 adalah : 1, 2, 3, 6, 9, 18
Faktor bersama (common divisors) dari 12 dan 18 adalah : 1, 2, 3, 6.
Faktor bersama yang paling besar (Greatest Common Divisor) dari 12 dan 18 adalah : 6.


Pada contoh di atas, 12 dan 18 memiliki beberapa faktor yang sama. Faktor-faktor tersebut adalah 1, 2, 3, dan 6. Dari ke-empat faktor bersama ini, tentu saja ada yang terbesar. Yang terbesar adalah 6. Faktor bersama yang terbesar inilah yang disebut dengan Greatest Common Divisor (GCD). Dalam contoh ini, dapat disimpulkan bahwa
.
Contoh 2 :
Faktor-faktor positif (positive divisors) dari 15 adalah : 1, 3, 5, 15
Faktor-faktor positif (positive divisors) dari 20 adalah : 1, 2, 4, 5, 10, 20
Faktor bersama (common divisors) dari 15 dan 20 adalah : 1, 5
Faktor bersama yang paling besar (Greatest Common Divisor) dari 15 dan 20 adalah : 5.


Contoh 3 :
Faktor-faktor positif (positive divisors) dari 6 adalah : 1, 2, 3, 6
Faktor-faktor positif (positive divisors) dari 24 adalah : 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24
Faktor bersama (common divisors) dari 6 dan 24 adalah : 1, 2, 3, 6
Faktor bersama yang paling besar (Greatest Common Divisor) dari 6 dan 24 adalah : 6.


Contoh 4 :
Faktor-faktor positif (positive divisors) dari 10 adalah : 1, 2, 5, 10
Faktor-faktor positif (positive divisors) dari 7 adalah : 1, 7
Faktor bersama (common divisors) dari 10 dan 7 adalah : 1
Faktor bersama yang paling besar (Greatest Common Divisor) dari 10 dan 7 adalah : 1.


Contoh 5 :
Faktor-faktor positif (positive divisors) dari 15 adalah : 1, 3, 5, 15
Faktor-faktor positif (positive divisors) dari 10 adalah : 1, 2, 5, 10
Faktor bersama (common divisors) dari 15 dan 10 adalah : 1, 5
Faktor bersama yang paling besar (Greatest Common Divisor) dari 15 dan 10 adalah : 5.


Contoh 6 :
Faktor-faktor positif (positive divisors) dari 4 adalah : 1, 2, 4
Faktor-faktor positif (positive divisors) dari 9 adalah : 1, 3, 9
Faktor bersama (common divisors) dari 4 dan 9 adalah : 1
Faktor bersama yang paling besar (Greatest Common Divisor) dari 4 dan 9 adalah : 1.


Intermezzo : Pada contoh ke-4 dan ke-6, GCD dari 10 dan 7 dan juga GCD dari 4 dan 9 adalah 1. Di dalam dunia matematika, jika GCD dari dua buah bilangan bulat a dan b bernilai 1 maka kedua bilangan tersebut dikatakan relatif prima (relatively prime). Ada juga yang menyebutnya koprima (coprime). Blog ini menggunakan istilah koprima. Tentang “mengapa” matematikawan menggunakan istilah relatif prima/koprima, tentu ada sebabnya. Hal itu belum akan kita bahas di artikel ini. Sebagai gambaran saja, hal ini memang erat kaitannya dengan bilangan prima.
Dalam teori himpunan,
dan
dikatakan koprima jika himpunan faktor-faktor
dan himpunan faktor-faktor
saling lepas. Seperti pada gambar berikut :

Perhatikan bahwa GCD bersifat komutatif, yaitu
. Penulis kira hal ini sudah cukup jelas, sehingga tidak perlu disediakan ruang khusus untuk membahasnya.
Teknik Menghitung GCD
Sebelum masuk ke dalam teknik menghitung GCD. Kita akan mundur sebentar ke dalam algoritma pembagian.
Misalkan
. Sesuai dengan definisi,
pasti habis membagi
dan juga habis membagi
. Jika definisi ini kita tuangkan ke dalam algoritma pembagian, kita akan memperoleh :


Menurut algoritma pembagian,
dapat dituliskan sebagai
. Arti dari persamaan ini adalah “jika
dibagi dengan
, maka kita akan memperoleh sisa bagi (remainder)
yang memenuhi
“.
Dengan men-substitusikan persamaan
, kita memperoleh 
Karena kita tahu bahwa
, kita substitusikan persamaan ini sehingga mendapatkan 
Tidak perlu diragukan lagi, sisi kanan dari persamaan, yaitu
, pasti habis dibagi dengan
. Begitu pula dengan
.
Lantas, apakah
pasti habis dibagi
? Karena “temannya”
, yaitu
sudah memberikan kepastian bahwa dia pasti habis dibagi oleh
, maka mau tidak mau
pasti habis juga dibagi
. Karena
habis dibagi oleh
, berarti
adalah divisor (faktor) dari
.
Bagaimana jika
tidak habis membagi
? Itu artinya
bukan gcd dari
dan
(kontradiktif). Habis perkara.
Di paragraf sebelumnya, secara logis kita telah menyimpulkan bahwa
adalah salah satu dari sekian banyak faktor (divisor) dari
. Pertanyaan logis berikutnya adalah “Faktor (divisor) yang mana?”. Lagi-lagi, karena kita bicara soal faktor terbesar (greatest divisor), jawabannya adalah “sebesar mungkin”.
Misalkan
memiliki sekian banyak faktor positif, sebut saja
. Faktor mana yang akan kita pilih? Karena kita berusaha mencari “faktor terbesar yang mungkin”, kita akan lakukan pemeriksaan mulai dari yang paling kanan, yaitu
. Kita akan memeriksa apakah sebuah faktor, sebut saja
, habis membagi
.
Pemeriksaan berakhir jika
alias
terbukti habis membagi
.
Mengapa hanya
? Mengapa
tidak? Kita hanya memeriksa
karena itu sudah cukup (syarat cukup) untuk menjamin bahwa
juga pasti habis dibagi oleh
. Penjelasannya adalah sebagai berikut :
Perhatikan persamaan
.
Karena
adalah faktor dari
, maka kita boleh menulis persamaan di atas menjadi
. Tidak perlu pusing dengan variabel-variabel “dummy” seperti
dan
. Kita tidak tertarik untuk membahasnya.
Sekarang, jika
habis membagi
, maka persamaan dapat kita tulis ulang menjadi
. Sekali lagi, abaikan semua variabel-variabel tidak penting seperti
,
dan
.
Dengan memanfaatkan sifat distributif perkalian, kita memperoleh
.
Nah, sekarang jelas terlihat bahwa
juga pasti habis dibagi oleh
. Dengan demikian, pemeriksaan terhadap
sudah cukup (syarat cukup) untuk meyakinkan kita bahwa
tidak perlu diperiksa lagi.
Hal ini sangat menarik. Pemeriksaan yang kita lakukan di beberapa paragraf sebelumnya sebenarnya mencari faktor bersama (common divisor) yang habis membagi baik
, maupun
. Karena pemeriksaan dilakukan dari “kanan”, maka
yang memenuhi kriteria ini pastilah faktor bersama yang terbesar (greatest common divisor) yang dimiliki baik oleh
, maupun oleh
.
Apa yang sebenarnya kita lakukan di beberapa paragraf sebelumnya adalah mencari GCD dari
dan
. Aneh bukan? Memang benar bahwa di awal sekali, kita ingin mencari GCD dari
dan
. Tetapi, analisa matematika membuktikan bahwa GCD dari
dan
sebenarnya sama dengan GCD dari
dan
. Dimana
adalah sisa bagi
oleh
:

Fenomena ini pertama kali diamati oleh Euclid sekitar 2300 tahun yang lalu dan sampai saat ini masih dipelajari di sekolah-sekolah dan kampus-kampus di seluruh dunia.
Teknik pencarian GCD dari
dan
yang diajukan oleh Euclid adalah sebagai berikut :
- Jika
, maka GCD dari
dan
adalah
.
- Jika
, maka :
- Carilah
, yaitu sisa bagi
oleh
.
- Anggap
sebagai
dan
sebagai
.
- Kembali ke step 1
Contoh 1 (lagi) : Menghitung 
- a = 12, b = 18.
- Karena
, maka :
- 12 = 0.18 + 12, sehingga r = 12.
- a = 18, b = 12
- Karena
, maka :
- 18 = 1.12 + 6, sehingga r = 6
- a = 12, b = 6
- Karena
, maka :
- 12 = 2.6 + 0, sehingga r = 0
- a = 6, b = 0
- Karena
, maka hasilnya adalah 6.
Secara grafis :

Contoh 2 (lagi) : Menghitung gcd(15, 20)
- a = 15, b = 20.
- Karena
, maka :
- 15 = 0.20 + 15, sehingga r = 15.
- a = 20, b = 15
- Karena
, maka :
- 20 = 1.15 + 5, sehingga r = 5
- a = 15, b = 5
- Karena
, maka :
- 15 = 3.5 + 0, sehingga r = 0
- a = 5, b = 0
- Karena
, maka hasilnya adalah 5.
Secara grafis :

Contoh 3 (lagi) : Menghitung gcd(6, 24)
- a = 6, b = 24.
- Karena
, maka :
- 6 = 0.24 + 6, sehingga r = 6.
- a = 24, b = 6
- Karena
, maka :
- 24 = 4.6 + 0, sehingga r = 0
- a = 6, b = 0
- Karena
, maka hasilnya adalah 6.
Secara grafis :

Contoh 4 (lagi) : Menghitung gcd(10, 7)
- a = 10, b = 7.
- Karena
, maka :
- 10 = 1.7 + 3, sehingga r = 3.
- a = 7, b = 3
- Karena
, maka :
- 7 = 2.3 + 1, sehingga r = 1
- a = 3, b = 1
- Karena
, maka :
- 3 = 3.1 + 0, sehingga r = 0
- a = 1, b = 0
- Karena
, maka hasilnya adalah 1.
Secara grafis :

Contoh 5 (lagi) : Menghitung gcd(15, 10)
- a = 15, b = 10.
- Karena
, maka :
- 15 = 1.10 + 5, sehingga r = 5.
- a = 10, b = 5
- Karena
, maka :
- 10 = 2.5 + 0, sehingga r = 0
- a = 5, b = 0
- Karena
, maka hasilnya adalah 5.
Secara grafis :

Contoh 6 (lagi) : Menghitung gcd(4, 9)
- a = 4, b = 9.
- Karena
, maka :
- 4 = 0.9 + 4, sehingga r = 4.
- a = 9, b = 4
- Karena
, maka :
- 9 = 2.4 + 1, sehingga r = 1
- a = 4, b = 1
- Karena
, maka :
- 4 = 4.1 + 0, sehingga r = 0
- a = 1, b = 0
- Karena
, maka hasilnya adalah 1.
Secara grafis :


Satu pertanyaan yang paling sering dilontarkan adalah : “Mengapa
dianggap
dan
dianggap
?”.
Sebenarnya, teknik asli yang dilontarkan oleh Euclid mengharuskan
. Jika ternyata ditemukan bahwa
, maka Euclid mengharuskan kedua bilangan itu dipertukarkan. Ingat bahwa gcd adalah sebuah fungsi yang komutatif dimana
sehingga mempertukarkan posisi
dengan
tidak akan mengubah hasil perhitungan.
Akan tetapi, dengan majunya ilmu komputasi, “penganggapan”
sebagai
dan
sebagai
, terbukti lebih efisien karena kita tidak perlu pusing-pusing memeriksa apakah
.
Hal ini dapat dijelaskan melalui algoritma pembagian yang telah memberikan kepastian bahwa
. Sehingga, step untuk memeriksa invarian (relasi)
tidak perlu dilakukan lagi.
Bagaimana jika salah satu atau keduanya dari
dan
adalah bilangan negatif?
Hal ini juga sangat sering ditanyakan. Pembahasan tentang pertanyaan ini akan kita tunda dulu. Pembahasan lengkapnya akan kita bahas di artikel “Sifat-sifat GCD dan LCM”. Ide utamanya adalah bilangan negatif merupakan suatu perkalian bilangan positif dengan -1.
Kelipatan Persekutuan Terkecil
Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) di dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Least Common Multiple (LCM). Sama seperti GCD, blog ini akan membiasakan pembaca untuk menggunakan istilah yang lazim dipakai. Oleh karena itu blog ini akan menggunakan istilah LCM.
Definisi : LCM dari dua buah bilangan bulat
dan
adalah bilangan bulat positif terkecil yang merupakan kelipatan bersama dari
dan
.
Secara matematis : 
Secara komputatif : 
Catatan : definisi asli dari LCM menggunakan “bilangan rasional”. Artikel ini menyederhanakan definisi tersebut ke dalam “bilangan bulat” agar lebih mudah dipahami.
Contoh 1 :
Kelipatan (multiple) dari 12 adalah : 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96, 108, …
Kelipatan (multiple) dari 18 adalah : 18, 36, 54, 72, 90, 108, …
Kelipatan bersama (common multiple) dari 12 dan 18 adalah : 36, 72, 108, …
Kelipatan bersama yang paling kecil (Least Common Multiple) dari 12 dan 18 adalah : 36.


Pada contoh di atas, 12 dan 18 memiliki banyak kelipatan yang sama. Kelipatan-kelipatan tersebut adalah 36, 72, 108, …. Dari semua kelipatan-kelipatan ini, yang terkecil adalah 36. Kelipatan bersama yang terkecil inilah yang disebut dengan Least Common Multiple (LCM). Dalam contoh ini, terlihat bahwa
.
Contoh 2 :
Kelipatan (multiple) dari 15 adalah : 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, 120, 135, 150, 165, 180, 195, …
Kelipatan (multiple) dari 20 adalah : 20, 40, 60, 80, 100, 120, 140, 160, 180, 200, 220, 240, …
Kelipatan bersama (common multiple) dari 15 dan 20 adalah : 60, 120, 180, …
Kelipatan bersama yang paling kecil (Least Common Multiple) dari 15 dan 20 adalah : 60.


Contoh 3 :
Kelipatan (multiple) dari 6 adalah : 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 66, 72, 78, …
Kelipatan (multiple) dari 24 adalah : 24, 48, 72, 96, 120, 144, 168, 192, …
Kelipatan bersama (common multiple) dari 6 dan 24 adalah : 24, 48, 72, …
Kelipatan bersama yang paling kecil (Least Common Multiple) dari 6 dan 24 adalah : 24.


Contoh 4 :
Kelipatan (multiple) dari 10 adalah : 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, 100, 110, 120, 130, 140, 160, 170, 180, 190, 200, 210, …
Kelipatan (multiple) dari 7 adalah : 7, 14, 21, 28, 35, 42, 49, 56, 63, 70, 77, 84, 91, 98, 105, 112, 119, 126, 133, 140, 147, …
Kelipatan bersama (common multiple) dari 10 dan 7 adalah : 70, 140, 210, …
Kelipatan bersama yang paling kecil (Least Common Multiple) dari 10 dan 7 adalah : 70.


Contoh 5 :
Kelipatan (multiple) dari 15 adalah : 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, 120, 135, 150, …
Kelipatan (multiple) dari 10 adalah : 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, 100, …
Kelipatan bersama (common multiple) dari 15 dan 10 adalah : 30, 60, 90, …
Kelipatan bersama yang paling kecil (Least Common Multiple) dari 15 dan 10 adalah : 30.


Contoh 6 :
Kelipatan (multiple) dari 4 adalah : 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, 44, 48, 52, 56, 60, 64, 68, 72, 76, 80, 84, 88, 92, …
Kelipatan (multiple) dari 9 adalah : 9, 18, 27, 36, 45, 54, 63, 72, 81, 90, 99, 108, 117, 126, …
Kelipatan bersama (common multiple) dari 4 dan 9 adalah : 36, 72, 108, …
Kelipatan bersama yang paling kecil (Least Common Multiple) dari 4 dan 9 adalah : 36.


Sama seperti GCD, LCM juga bersifat komutatif (dapat dipertukarkan tanpa mengurangi kebenarannya). Yaitu
.
Secara matematis, untuk menghitung LCM dari dua buah bilangan bulat a dan b dapat dilakukan dengan mengikuti rumus 
Hal ini sangat mudah dilakukan karena sebelumnya kita telah mengetahui teknik pencarian
ala Euclid.
Secara komputatif, untuk menghitung LCM dilakukan dengan invarian 
Contoh 1 (lagi) :

Contoh 2 (lagi) :

Contoh 3 (lagi) :

Contoh 4 (lagi) :

Contoh 5 (lagi) :

Contoh 6 (lagi) :

Sebenarnya penulis tidak terlalu tertarik untuk membahas asal muasal datangnya rumus LCM ini. Tetapi, untuk mengantisipasi keingintahuan pembaca. Berikut akan dipaparkan asal muasal rumus LCM.
Misalkan
dan
.
Maka a dan b bisa ditulis ulang menjadi :



Intermezzo : Mengapa
?
Untuk menjawabnya, penulis akan membuktikan dengan metode kontradiktif. Asumsikan
, dimana
. Sehingga :


akibatnya,


dan dengan demikian, 
Kalimat di atas secara langsung mengatakan bahwa GCD dari
dan
bukanlah
, melainkan
. Dimana
karena
.
Suatu kontradiktif yang mengakibatkan asumsi kita salah.
Dengan demikian
haruslah 1. Dalam diagram venn dinyatakan sebagai himpunan yang saling lepas.
Sekarang kita lanjutkan ke pembahasan asal muasal rumus LCM…
Nilai
terkecil yang habis membagi
dan
adalah
. Mengapa
? Sukar untuk dijelaskan dengan kata-kata. Biarkan diagram venn di bawah ini yang berbicara
adalah yang berwarna cyan (telor asin)
adalah yang berwarna pink (merah jambu)
adalah yang berwarna purple (ungu)

Nilai
setidak-tidaknya harus dapat membagi
,
, dan
. Sehingga
haruslah merupakan perkalian ketiganya, yaitu 

Mengingat
adalah bilangan bulat positif, maka sisi kanan haruslah positif juga.
Karena penyebut dari sisi kanan, yaitu
, pasti bilangan positif, maka ke-positif-an pembilangnya harus dipastikan dengan fungsi
.

Obat Ngantuk

Rancanglah algoritma untuk mencari GCD dari himpunan bilangan bulat
, dimana
.
Notasi
menyatakan kardinalitas (jumlah elemen) dari himpunan.

Rancanglah algoritma untuk mencari LCM dari himpunan bilangan bulat
, dimana
.
Notasi
menyatakan kardinalitas (jumlah elemen) dari himpunan.
