Problem
Mana yang lebih besar? atau
Pembahasan (via Logaritma)
Pendekatan yang paling mudah adalah pendekatan melalui logaritma. Sekedar napak tilas untuk menyegarkan ingatan, penulis akan menyajikan ulang dua buah identitas pada logaritma :
- Untuk bilangan bulat positif
dan
, jika diketahui
, maka
Sekarang, kita asumsikan bahwa , sehingga diharapkan
Sesuai dengan rumus logaritma, kita memperoleh bahwa dan sebaliknya, kita juga memperoleh
Sekarang, pertanyaannya berubah menjadi “Apakah ?” Kita tidak tahu dengan pasti berapa nilai dari
, tetapi kita tahu dengan pasti bahwa
adalah 2.
Seharusnya – hanya feeling – , nilainya sekitar 1.99xxx.
Yap. nilainya 1.9956351945975499153 di kalkulator.
Sehingga pertidaksamaan bernilai salah dan dengan demikian asumsi awal yang dibuat pun salah. Suatu kontradiksi yang mengakibatkan pernyataan yang benar adalah

Pembahasan (via Bilangan Euler)
Jika kita misalkan dan
maka kita peroleh
Bentuk di atas sangat mirip dengan bentuk legendaris
.
Dengan memerhatikan bahwa adalah sebuah fungsi yang monoton naik dan konvergen, yakni
- Monoton naik karena
- Konvergen karena
. Tes konvergensi via perbandingan rasio
Selanjutnya, walaupun 99 tidak bisa dikatakan “tak terhingga”, namun bentuk di atas dapat memberi kita keyakinan bahwa
atau sederhananya
Dengan demikian
Sebagai akibatnya
Secara umum, kita dapat mengatakan bahwa berlaku untuk
atau dalam kelompok bilangan lain (real) pertidaksamaan berlaku dengan syarat
dimana
adalah bilangan Euler.

Pembahasan (via Binomial Newton)
Jika diketahui dimana
Kita peroleh pertidaksamaan 1:
Lalu, karena , kita peroleh pertidaksamaan 2:
Dengan menggabungkan kedua pertidaksamaan, kita peroleh
Selanjutnya
Sehingga
Dari definisi binomial Newton kita tahu bahwa
Selanjutnya, dengan mengambil , kita peroleh
Setelah dijabarkan kita peroleh
Dengan mengambil asumsi berani, yaitu :
Kita peroleh :
Satu-satunya yang mengganjal pada aljabar pertidaksamaan di atas adalah asumsi berani kita, yaitu .
Secara intuitif jelas sekali bahwa kecepatan “terbang” fungsi kuadratik akan kalah jauh dibanding
. Hal ini wajar karena “pangkat” dari fungsi kuadratik adalah konstan, yaitu 2. Hal ini mirip dengan notasi Big-O pada ilmu komputasi. Pembaca yang berlatar belakang pemrograman tentu sudah menyadari hal ini.
Lantas, pada berapa, pertidaksamaan
berlaku? Pada saat
, sisi kiri masih lebih besar dari sisi kanan, yaitu
. Akan tetapi pada saat
, sisi kiri sudah kalah (dan akan terus kalah) dari sisi kanan, yaitu
.
Sehingga pertidaksamaan berlaku untuk

Oke, otak saya mulai overload
Komentar oleh ageng — Oktober 25, 2010 @ 11:52 am
Halo.
Makasih udah mengunjungi blog saya.
Ada apa? Kenapa bisa overload?
Komentar oleh Hendra Jaya — Oktober 25, 2010 @ 11:53 am
Kok pake pembuktian menggunakan kontradisi segala sih? Gak langsung aja kek dibandingkan kalo mana yg lebih besar.
Lagipula mencari logaritma sendiri belum tentu cara yg mudah. Bagaimana cara kalkulator kita menghitungnya? Jangan2 pake perpangkatan juga dari definisi logaritmanya. Harusnya ditunjukkan juga cara mencari logaritma2 itu sampai ketelitian yg diperlukan yg membutuhkan kalkulasi yg lebih ringan dibandingkan perpangkatan langsung.
Komentar oleh Mauri Sombowadile — Oktober 27, 2010 @ 3:28 pm
Terima kasih atas saran dan masukannya.
Artikel menggunakan logaritma dan kontradiksi karena itu yang “terbayang” pertama kali
Akan saya coba cari cara yang lain untuk membandingkan kedua angka-angka tersebut.
Memang benar bahwa teknik menghitung logaritma sepertinya saat ini belum banyak dipelajari. Nanti saya akan coba tulis artikel tentang metode menghitung logaritma.
Update : Artikel tentang teknik menghitung logaritma bisa dilihat di sini
Komentar oleh Hendra Jaya — Oktober 28, 2010 @ 7:53 am
Perhatikan bahwa mencari nilai logaritma sampai ketelitian tepat mungkin sama beratnya dengan menggunakan perpangkatan. Karena itu di atas kubilang “sampai ketelitian yg diperlukan.”
Komentar oleh Mauri Sombowadile — Oktober 28, 2010 @ 10:59 am
Mungkin yang dimaksud dengan ketelitian disini adalah “angka di belakang koma” atau biasanya dikenal dengan nama Fractional Part.
Teknik mencari logaritma yang saya tahu adalah menggunakan Binary Logarithm, yaitu logaritma dalam basis 2. Artikel di wikipedia, menurut saya, sudah sangat lengkap. Artikel itu menjelaskan algoritma pencariannya sampai pada ketelitian yang diinginkan plus contoh implementasi dalam Python.
Untuk mencari logaritma dalam basis yang lain mungkin dapat menggunakan identitas
dimana
adalah angka yang ingin dihitung dan
adalah basis/radix perhitungan.
Komentar oleh Hendra Jaya — Oktober 29, 2010 @ 6:58 am