Dalam tutorial pertama ini. Saya mengasumsikan anda telah men-download Oracle JDeveloper.
Environment yang akan kita pakai pada tutorial ini dan pada tutorial Oracle JDeveloper selanjutnya adalah sebagai berikut :
1. OS : Ubuntu 8.04 – the Hardy Heron
2. User : poipoi ($HOME = /home/poipoi)
3. Working directory : /home/poipoi/tutorial
4. Jdev location : /home/poipoi/tutorial/jdev
5. JDEV_USER_DIR : /home/poipoi/tutorial/jdevhome via perintah “export JDEV_USER_DIR=/home/poipoi/tutorial/jdevhome”
6. Database : Oracle 10gR2 Patch 3 (URL : 10.28.1.84:1521/BENOA, SID : ORABALI)
Jika semua proses setting environment berjalan dengan baik dan benar. Kita dapat langsung menjalankan JDeveloper dan akan melihat splash screen seperti ini 
Setelah itu kita akan diminta untuk migrasi dari versi JDeveloper sebelumnya 
Karena kita belum pernah menggunakan JDeveloper sebelumnya, maka jawablah dengan “No”.
Secara default, Oracle JDeveloper akan mengeluarkan tips pada saat startup. Seperti pada gambar ini 
Jika kita menemukannya, kita dapat mengabaikannya. Kita dapat juga men-disable fitur ini dengan meng-uncheck checkbox “Show tips at startup”
Setelah itu, kita dapat untuk pertama kalinya melihat Oracle JDeveloper secara utuh. Tampilan yang akan kita lihat kira-kira seperti ini 
Setelah kita melihat tampilan seperti itu. Kita dapat mulai untuk mendefinisikan “connection”.
Pada Oracle JDeveloper terdapat berbagai macam connection. Beberapa di antaranya adalah Database Connection yang akan kita lakukan pada tutorial ini dan Application Server Connection yang akan berguna pada saat kita men-deploy aplikasi enterprise kita.
Untuk saat ini, kita dapat membuka tab Connection Navigator yang letaknya tepat berada di sebelah kanan Application Navigator. Setelah membuka tab Connection Navigator, kita akan melihat tampilan lebih kurang seperti ini 
Untuk mendefinisikan sebuah Database Connection, kita dapat dengan mudah melakukan klik kanan pada folder “Database” dan memilih opsi “New Database Connection…”
Setelah itu, akan muncul sebuah Wizard yang akan memandu kita untuk membuat sebuah Database Connection.
Step 0 : Welcome Page (tekan tombol “Next”)

Step 1 : Pada step ini kita diminta untuk memberi nama koneksi database yang akan kita buat serta jenis database yang akan kita tuju. Untuk penamaan, kita dapat memberikan nama apa saja yang kita suka. Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan nama “BENOA”. Untuk connection type, karena environment kita menggunakan database Oracle, maka “Connection Type” yang dipilih adalah Oracle(JDBC). Untuk database lain seperti MySQL, kita dapat memilih “Third Party JDBC Driver”.

Step 2 : Pada step kedua, kita diminta untuk memberikan user credential untuk Database Connection kita. Credential yang diminta adalah username, password dan role. Isikan dengan benar username dan password kita. Untuk role, jika user database kita adalah user biasa (bukan SYSDBA ataupun SYSOPER) maka kita dapat membiarkannya kosong. Sebagai tips, sebaiknya kita mencentang checkbox “Deploy Password” agar di kemudian hari kita tidak diminta ulang untuk mengetikkan password.

Step 3 : Setelah mengisikan username, password, dan role. Kita sekarang diminta untuk memasukkan host/ip address dari server database kita. Untuk environment yang kita pakai pada tutorial kita, database terletak pada alamat 10.28.1.84, port 1521 dan SID-nya ORABALI. Untuk pilihan Driver, sebaiknya pilih “thin” terlebih dahulu untuk menjaga portabilitas dari aplikasi yang nantinya akan kita buat. Bagi para pengguna yang lebih mahir dapat memilih Driver “oci”.

Catatan bagi pengguna database Oracle XE. Secara default, Oracle XE terinstall di port 1521 dengan SID : XE. Selain itu, biasanya Oracle XE diinstall di localhost. Oleh karena itu, kita dapat memasukkan “localhost” atapun “127.0.0.1″ ke dalam textbox “Host Name”. Tetapi jika kita menginstall Oracle XE di komputer lain (selain localhost), maka isikanlah Host Name-nya dengan HostName/IP Address yang bersesuaian.

Step 4 : Setelah semua langkah-langkah sebelumnya dilalui, kita sekarang dapat mencoba Database Connection yang baru saja kita buat.

Tekanlah tombol “Test Connection”. Jika muncul tulisan “Success” berarti koneksi database telah didefinisikan dengan baik dan kita dapat menekan tombol “Next” dan wizard akan membawa kita ke halaman penghujung seperti ini

Setelah koneksi berhasil didefinisikan dengan baik anda dapat melakukan browse sederhana pada koneksi tersebut seperti pada gambar di bawah ini

Demikian tutorial singkat membuat database connection pada Oracle JDeveloper. Semoga berguna. Jika ada kekurangan/ralat/tambahan/pertanyaan jangan segan-segan memberikan comment.